Inilah Fakta Dan Keunikan Candi Borobudur

Kejayaan kerajaan Budha di nusantara pada masa lampau memang begitu mengagumkan karena bisa membangun salah satu candi terbesar dan eksotis dunia. Padahal di negara tempat agama Budha berasal, India tidak memiliki candi Budha semegah Borobudur. Pada kesempatan sekarang ini, anda diajak untuk mengenal fakta dan keunikan Candi Borobudur.

Inilah Fakta Dan Keunikan Candi Borobudur
Inilah Fakta Dan Keunikan Candi Borobudur

Siapa yang tidak kenal dengan Borobudur? Hampir semua masyarakat Indonesia setidaknya pernah mendengar Borobudur atau bahkan berulang kali mengunjungi-nya setiap tahun. Dibalik kemegahan-nya, Borobudur juga punya keunikan yang mungkin saja belum banyak diketahui. Oke langsung saja silakan simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Keunikan Dan Fakta Candi Borobudur

Berlokasi di Magelang yang masuk kedalam wilayah provinsi Jawa Tengah, namun perlu anda ketahui bahwa 80 persen pelancong yang mengunjungi Candi Borobudur merupakan wisatawan yang datang ke Yogyakarta sehingga seringkali Borobudur dianggap bagian dari Yogyakarta, padahal letaknya sudah masuk kedalam provinsi Jawa Tengah.

Candi Borobudur dibangun pada masa kerajaan Mataram Hindu, saat itu ada dinasti Sanjaya tengah memerintah sementara itu saudaranya dinasti Syailendra beragama Budha berpusat di Sriwijaya. Meskipun tidak ada kerajaan Budha yang terletak di pulau Jawa, namun keberadaan Borobudur yang didirikan selama masa kerajaan Hindu termasuk salah satu fakta yang wajib anda ketahui.

Karena lokasinya berada di rangkaian pengunungan berapi maka tidak heran apabila Candi Borobudur sempat hilang selama ratusan tahun akibat tertimbun abu letusan gunung berapi yang berulang kali terjadi disana. Sebut saja gunung Merapi dimana pada abad ke 9 Masehi meletus dahsyat perlahan menimbun kompleks candi Borobudur. Baru ditemukan kembali selama masa penjajahan kolonial Belanda.

Tahukah anda bahwa proses pembuatan candi Borobudur menggunakan batu andesit/ batu gunung tanpa adanya perekat. Kurang lebih 2 juta batu disusun sedemikian rupa hingga membentuk sebuah candi dengan panjang sisi 123 meter dan tinggi mencapai 42 meter. Selain itu pada dinding candi Borobudur juga terdapat relief yakni ukiran yang mencerita kehidupan Budha.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman IDT Philipine, waktu terbaik mengunjungi Candi Borobudur yakni pada bulan Juni hingga Agustus dimana saat itu Indonesia masuk kedalam musim kemarau. Menyaksikan sunrise dari Borobudur memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *